7 Peran Ayah Dalam Mendidik Anak

ayah dan anak

Peran ayah dalam mendidik anak sangat vital dan tidak bisa tergantikan. Dalam sebuah bangunan bernama rumah tangga, seorang ayah hadir sebagai kepala rumah tangga. Artinya dia yang menjadi nahkoda, pengendali dari sebuah keluarga. Seorang ayah harus punya visi misi dalam rangka membangun keluarga jangka panjang.

Jadi peran seorang ayah bukan hanya mencari uang dan memenuhi kebutuhan keluarga saja. Lebih dari itu seorang ayah perlu hadir untuk mendampingi putra-putrinya bertumbuh dan mengantarkan putra-putrinya menjadi pribadi yang berkarakter, sholeh sholehah, mengenal Allah dan rasulNya, mencintai keluarganya. Semua hanya bisa tercapai apabila seorang ayah sadar dan mau terus belajar untuk memperbaiki diri.

Peran ayah dalam mendidik anak menurut Al Quran

apabila kita membaca ayat ayat suci yang ada dalam Al Quran, banyak sekali ayat yang membahas peran penting seorang ayah dalam membina keluarga. Salah satu ayat yang membahas peran ayah dalam keluarga adalah surat At Tahrim ayat 6. Allah berfirman:

“Wahai orang orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At Tahrim: 6)

Tugas utama orang tua utamanya ayah adalah memastikan diri dan keluarganya selamat dunia ahirat. Maka seorang ayah perlu membuat visi misi jangka panjang untuk keluarganya. Mau dibawa kemana keluarganya di masa yang akan datang. Visi misi, rencana dan program keluarga bisa tentang spiritual, ibadah, belajar, finansial dan liburan.

Seorang ayah adalah pilot dari sebuah keluarga maka ayah perlu membekali diri dengan ilmu dan pengalaman. Bagaimana bisa seorang ayah membawa keluarganya, istri dan anak anaknya menuju sukses dunia ahirat tanpa bekal ilmu. Ilmu merupakan aset berharga yang perlu ayah buru sebagai modal awal untuk mendidik dan membersamai keluarganya dalam rangka mencari ridha Allah Subhanahu Wata’Alaa.   

Berikut beberapa Peran ayah dalam mendidik anak dalam rangka membangun keluarga untuk mengantakan putra putrinya menjadi pribadi yang semangat, punya antusias belajar:

Ayah sumber inspirasi anak

Sebagaimana yang penulis sampaikan di depan, ayah adalah kepala rumah tangga, pemimpin keluarga. Dia berperan sebagai tokoh sentral dalam keluarga. Tugas ayah bagaimana keluarga ini bisa mencapai visi misi jangka panjang. Apa visi misi itu? yaitu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah penuh dengan ridho Allah.

Untuk mencapai peran ini, maka seorang ayah perlu menjadi sumber inspirasi, motivasi bagi putra-putrinya. Seorang ayah hadir menjadi pelindung. Ayah hadir dalam rumah tangga, pelindung, pengayom keluarga. Seorang anak laki-laki perlu memperoleh inspirasi bahwa ayahnya adalah seorang pelindung bagi dirinya dan keluarga.

Sehingga dia mendapatkan inspirasi bahwa dia sebagai seorang anak laki-laki di masa yang akan datang akan seperti ayahnya. Seorang anak yang dididik oleh ayah dengan model ini akan bisa berperan sebagai ayah yang sesungguhnya pada masa yang akan datang.

Ayah hadir bersama putranya

Seorang ayah harus hadir di samping putra-putrinya terutama anak laki-laki. Mengapa? Karena seorang anak laki-laki, dia perlu mendapatkan pendampingan intensif dari pada anak perempuan. Karakter mereka perlu dibentuk sejak dini agar bertumbuh menjadi pribadi berkarakter yang punya kebiasaan positif.

Ayah sebagai teman bermain

Seorang ayah perlu hadir di samping putranya sebagai teman bermain, tempat dia curhat. Seorang anak terkadang punya banyak masalah, baik dengan temannya atau dengan siapapun diluar rumah. Maka seorang ayah perlu hadir mendampingi putranya agar dia merasa aman dan nyaman menceritakan masalah yang sedang dia hadapi pada ayahnya.

Apabila seorang anak mau bercerita tentang masalah yang dia hadapi pada kedua orangtuanya terutama ayah, maka ayah telah berhasil membangun kedekatan dan hubungan emosional dengan anaknya.

Mengajarkan disiplin

Seorang ayah perlu mengajarkan disiplin kepada putranya sejak dini. Disiplin itu tidak bisa kita bentuk dalam waktu semalam saja. Tetapi perlu semangat, kesabaran dan proses panjang untuk memperolehnya.

Mengapa perlu mengajaran disiplin kepada anak laki-laki? Agar anak kita terbentuk disiplin dan karakternya.

Salah satu cara agar anak kita disiplin adalah dengan membuat aturan dan batasan yang matang dan jelas. Sebagai orang tua, kita perlu membuat aturan pada anak. Aturan dibuat agar program yang kita rencanakan bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan planning (perencaan) awal sesuai dengan visi misi keluarga.

Ajarkan anak laki-laki berani ambil risiko

Risiko adalah sesuatu yang perlu kita ambil ketika kita melaksanakan atau mengerjakan sesuatu. Sejak dini seorang ayah perlu mengenalkan anak laki-laki dengan risiko.

Mengapa?

Seorang anak lelaki pada dasarnya mempunyai keberanian untuk mengambil risiko. Mereka adalah calon kepala rumah tangga. Seorang pemimpin dalam rumah tangga . Anak laki-laki kita perlu kita bentuk karakternya sejak dini. Sehingga dia terbiasa mengambil risiko. Tentu risiko yang positif, bukan risiko yang asal jadi tetapi risiko yang penuh perhitungan yang matang.

Mengajarkan tantangan

Seorang anak laki-laki pada dasarnya mempunyai tabiat untuk menyukai tantangan. Tentu ini sesuai dengan fitrah anak cowok. Sebagai anak laki-laki, dia adalah seorang calon pemimpin baik untuk keluarga, masyarakat negara dan bangsa.

Anak laki-laki yang secara fitrah menyukai  tantangan ini, perlu memperoleh dukungan dan bimbingan seorang ayah agar bertumbuh dan berberkembang karakternya. Tanpa dukungan  dan pengawalan seorang ayah, maka karakter berani yang anak miliki akan lenyap dan hilang ditelan oleh kehidupan bermain anak.

Bisa kita ambil contoh seekor anak harimau. Anak harimau yang sejak kecil hidup bersama sekawanan kambing, maka dia tidak tahu bahwa dia adalah anak harimau yang mempunyai taring kuat, mempunyai kuku tajam, mempunyai auman menggema dan menakutkan. Seekor anak harimau yang sejak kecil bersama anak kambing, dia akan mengembik layaknya anak kambing lainnya. Dia tidak pernah menyadari bahwa dia punya kekuatan, keperkasaan dan pengaruh di dunia rimba.

Maka seorang Soekarno, presiden RI pertama  pernah berkata “Berikan kepadaku 10 orang pemuda, akan kuguncangkan dunia.”. Artinya seseorang itu karakternya terbentuk oleh orang yang mendampingi dan memimpinnya. Maka seorang anak laki-laki perlu selalu memperoleh bimbingan dan pendampingan ekstra dari orang tua terutama ayahnya.

Hadir sebagai pelatih dan pendidik

Seorang anak laki-laki perlu lebih banyak bermain diluar rumah. Artinya dia lebih banyak mengolah fisik daripada belajar di rumah saja. Semisal, berjalan, berlari, main bola atau main petak umpet.

Mengapa demikian?

Karena seorang anak laki-laki perlu kuat fisik, mental dan spiritualnya. Seorang ayah perlu hadir mendampingi anak laki-lakinya untuk mengajarkan tentang prinsip dan nilai-nilai dasar dalam kehidupan ini. Inilah peran penting seorang ayah sebagai pendidik dan pendamping bagi putranya.

 Ayah hadir sebagai teladan

Seorang ayah perlu hadir bagi putranya sebagai teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Semisal, ketika orang tua menyuruh anak untuk salat, maka orang tua perlu salat terlebih dahulu. Ketika orang tua menyuruh anak  untuk datang ke masjid mengikuti salat berjamaah, ayah juga perlu hadir menemani anak untuk salat berjamaah.

Demikian pembahasan yang bisa penulis sajikan tentang 7 Peran ayah dalam mendidik anak kehadapan pembaca sekalian. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − one =