Cara Mendidik Anak Yang Benar Ala Rasulullah

cara mendidik anak yang benar
Ilustrasi. Foto : soundvision.com

Mendidik anak adalah tugas utama setiap orang tua. Tetapi ternyata, tidak setiap orang tua siap untuk mendidik putra-putrinya dengan cara yang baik dan benar. Sedikit sekali orang tua yang menggunakan cara dan metode bagaimana mendidik anak yang baik dan benar.

Kebanyakan orang tua mendidik anak menggunakan cara usang sebagaimana orang tua mereka mendidiknya dulu. Sebagian orang tua lain menggunakan cara dan metode trial and error (coba dan coba lagi).

Kalau kita membuka sebuah usaha atau bisnis, kita melakukan ajang uji coba, Nggak masalah. Ketika bisnis kita gagal, kita bisa berhenti, selanjutnya kita evaluasi. Bisa kita lanjutkan lagi usaha dan bisnis kita. Bisnis kita rugi, Ngak apa apa, anggap ini adalah ongkos belajar. Saat usaha rugi, yang berkurang adalah modal dan waktu kita.

Tetapi bayangkan, ketika kita menjadikan ada sebagai ajang uji coba. Kita didik anak dengan metode kita sendiri tanpa pengalaman orang lain. Ini Namanya trial and error. Maka kemungkinan yang terjadi adalah hilangnya membentuk karakter positif anak. Menanamkan karakter adalah sesuatu yang paling mahal. Padahal, mengasuh dan mendidik anak tidak bisa kita ulangi begitu saja.

Cara mendidik anak yang benar sejak dini. Maka sebagai orang tua, kita perlu belajar bagaimana cara mendidik anak yang benar sejak dini.

Bagaimana pola mendidik anak sejak dini? Mendidik anak sejak dini adalah sebuah upaya kita sebagai orang tua. Bagaimana kita melakukan usaha untuk menghasilkan anak yang berkualitas, anak yang soleh solehah.

Cara mendidik anak yang benar sejak dini selalu kita mulai dari mindset (pola pikir) yang benar.

Bagaimana mindset mendidik anak?

Pola pikir yang benar dalam mendidik anak adalah keyakinan kita bahwa anak merupakan amanah dari Allah yang harus kita jaga dan kita rawat baik-baik. Karena kita melihat anak sebagai sebuah amanah yang besar dari Allah, maka kita akan selalu hati-hati dan waspada dalam rangka mendidik anak.

Kita tidak akan sembarangan dalam mendidik anak. Kita tidak akan mudah marah dan emosi saat mendapati anak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Mengapa? Karena kita menyadari bahwa anak merupakan amanah Allah untuk kita yang sangat besar.

Kita sadar bahwa anak bukanlah manusia yang sempurna. Ia masih dalam tahap menemukan dirinya sendri. Kita sebagai orang tua hadir dalam rangka untuk membantu putra putri kita menemukan siapa dirinya. Membantu anak menemukan potensi terbaiknya.

Mendidik anak sejak dini bisa kita mulai saat anak dalam kandungan. Kita bayangkan bahwa dalam kandungan kita ada amanah Allah yang sangat besar.

Kita sering membaca ayat-ayat suci Al Quran. Membaca surat Al Waqiah agar Allah akan memberi rezeki yang melimpah.

Sering-sering kita membaca surat Yusuf agar kelak ketika lahir putra kita laki-laki, dia lahir menjadi putra yang ganteng dan rupawan.

Upayakan sering membaca surat Maryam dengan harapan ketika lahir seorang anak putri, dia akan berwajah cantik jelita.

Lakukan shalat lima waktu dengan tepat waktu. Kita berharap agar kelak putra-putri kita juga bisa melaksanakan shalat dengan tepat waktu. Selepas shalat, tidak lupa kita membaca Al Quran walaupun beberapa ayat. Semua dengan harapan, putra-putri kita ketika lahir besok juga gemar dan suka membaca Al Quran.

Mendidik anak yang baik dan benar menurut Islam

Mungkin banyak orang yang bertanya bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar menurut Islam ?

Islam sebagai sebuah ajaran agama yang sempurna memuat juga tentang ajaran dan cara mendidik anak yang baik. Sebagaimana yang penulis sebutkan di awal. Dalam Islam anak adalah sebuah amanah yang besar dari Allah. Maka amanah ini harus kita gunakan sebaik-baiknya. Karena amanah ini akan Allah mintai pertanggungjawaban di hari kemudian.

Dengan pemahaman konsep ini, maka orang tua akan melakukan tindakan mengasuh dan mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Kita akan belajar bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar menurut ajaran Islam sesuai dengan anjuran baginda Nabi Muhammad SAW.

Sebagai orang tua kita akan tidak melakukan tindakan mengasuh anak secara serampangan.

Karena kita tahu bahwa anak adalah anugerah yang amat besar dari Allah. Anugerah anak jauh melebihi harta benda yang kita miliki.

Maka kita sebagai orang tua tidak akan memperlakukan anak biasa-biasa saja. Sebaliknya kita akan memperlakukan anak dengan istimewa. Kita tidak akan memarahinya ketika dia melakukan kesalahan Karena pada hakekatnya kesalahan anak adalah belajar.

Sebagai orang tua kita selalu berusaha mencari metode dan cara bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar. Maka sebelum kita lari kemana-mana untuk mencari ilmu parenting mendidik anak yang baik dan benar. Kita perlu mencari tahu bagaimana cara Rasulullah mendidik anak.

Bukankah Nabi Muhammad adalah teladan bagi kita umatnya. Beliau sang nabi adalah teladan nyata bagi kita dalam segala aktivitas dan tindakannya termasuk dalam rangka mendidik anak.

Kita tahu bahwa Bagaimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki beberapa putra dan putri. Tetapi semua putra dan putri beliau Allah panggil pada saat usia anak anak.

Salah satu putri beliau yang sehat dan hidup hingga dewasa adalah Fatimah Az Zahra. Fatimah merupakan sosok perempuan yang memiliki karakter luar biasa. Dia sosok wanita cerdas di zamannya. Fatimah memiliki semangat ibadah yang tiada duanya. Dia punya kecakapan, kecerdasan dan kejeniusan yang amat besar.

Sehingga begitu banyak hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah RA. Hadist ini bisa kita temukan dalam kitab-kitab hadits yang muktabar.

Bagaimana baginda rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mendidik anak? Yuk, simak penjelasan penulis tentang bagaimana cara rasul mendidik anak sebagai berikut:

1. Bermain adalah dunia anak

Bagi seorang anak, bermain sangat asyik dan menyenangkan. Dunia mereka adalah bermain. Jadi sebagai orangtua kita tidak boleh melarang anak bermain. Sebaliknya, kita harus mendukung dengan memfasilitasi kegiatannya.

Terutama permainan yang melibatkan fisik, otot. Karena permainan ini akan menguatkan otot dan daya tahan tubuh. Sehingga akan membantu dalam pertumbuhannya.

2. Jangan memukul anak

Sering sekali tanpa sadar kita memukul anak. Saat anak melakukan kesalahan, mudah sekali kita melayangkan pukulan pada anak.

Padahal, anak kita sangat lemah dan tidak berdaya. apakah karena dia lemah dan tidak berdaya lantas kita memukulnya ?

Jangan memukul anak karena dia lemah. Pukulan kita mungkin nggak seberapa sakitnya tapi pukulan itu akan melemahkan jiwa dan mentalnya. Inilah pukulan telak yang sangat membahayakan mental anak.

Dalam sebuah Riwayat, Sahabat Anas (saat masih kecil) ikut melayani rasulullah. Selama 9 tahun bersama beliau, Anas kecil tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari baginda nabi. Ini adalah bukti bahwa memukul anak adalah sebuah tindakan konyol yang sering orang tua lakukan karena menuruti emosi saja.

3. Senyum pada anak

Senyum adalah buah tangan yang paling ringan. siapapun bisa memberikannya tetapi banyak orang yang tidak mau melepaskan senyum pada saudaranya. Bisa jadi karena memang tidak terbiasa senyum sejak kecil. Maka sebagai orang tua kita perlu membiasakan putra putri kita untuk suka senyum pada siapapun.

Secara tidak sadar, senyum yang kita berikan pada orang lain akan mengajak dia ikut senyum juga. Kalau ingin dapat uang, sedekah uang. Bila ingin dapat senyum ya sedekah senyum. Senyum pada anak kecil adalah sebuah penghargaan. Secara tidak langsung, saat kita senyum pada anak kecil, maka dia akan menilai bahwa senyum itu bagus, indah dan layak ditirukan.

4. Jangan berkata kasar pada anak

Tanpa sadar, banyak orang tua yang berkata kasar pada anaknya. Biasanya kata kata kasar keluar saat orang tua sedang emosi. Maka kita perlu menjaga emosi kita agar tetap stabil.

Kita perlu punya bank sabar agar kita tidak mudah marah, emosi saat anak melakukan kesalahan. Kita sadari sepenuh hati bahwa anak adalah sosok yang lemah dan perlu banyak belajar. Dia masih dalam tahap mencari jadi dirinya.

5. Keteladanan

Keteladan adalah kata kuci dalam mendidik anak. Kata kata motivasi hanya akan jadi angin lalu tanpa keteladanan. Aturan yang kita buat untuk anak hanya akan jadi pajangan tanpa adanya keteladanan dari orang tua.

Bahkan dengan keteladanan, kita tidak butuh metode apapun tentang parenting dan pengasuhan anak.

Demikian pembahasan tentang Cara mendidik anak yang benar. Mendidik anak ala Rasulullah yang bisa penulis sajikan ke hadapan pembaca sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − nine =